0
 "LGBT ditolak di Pulau Punjung, Pelaku yang menyimpang merebak dengan adanya legalitas dari Kementrian Agama beberapa waktu lalu dan Pernyataan dari Anggota Dewan"

Dharmasraya | Potret RI - Warga Simpang Pogang, Kenagarian IV Koto Pulau Punjung, Rabu (24/10), sekitar pukul 10.30 Wib mengusir dugaan pelaku pasangan liwath (homoseksual) LGBT.

Dari informasi yang didapat oleh wartawan potret.RI. dilapangan, pelaku LGBT ini merupakan warga Solok dan Warga Kota Padang yang mengontrak di Simpang Pogang, Kenagarian IV Koto Pulau Punjung.

“Menurut pengakuan pelaku, mereka telah melakukan kegiatan homoseksual sebanyak tiga kali,”ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dua pelaku, kata warga, kesehari-harianya merupakan pedagang roti bakar dan kain rombeng dan diketahui warga setelah foto-foto mereka tersebar di facebook. 

“Tadi malam kita langsung panggil pelaku, awalnya pelaku tidak mengakui setelah kita introgasi dan melihatkan foto-fotonya baru pelaku mengaku,”tegas warga.

Pelaku, kata warga, langsung diusir dan untuk menghindari amukan massa, pelaku diamankan di Polsek Pulau Punjung.

“Kita pemuda dan warga Pulau Punjung sudah sepakat, tidak ada tempat bagi para pelaku LGBT di Pulau Punjung,”tegasnya.

Terpisah Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan,  saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi pengusiran oleh warga kepada pelaku LGBT.

“Iya warga telah melakukan pengusiran, untuk menghindari amukan massa kita serahkan pelaku ke Polsek,”tandasnya. (Red.Su/Wahyudi)

Posting Komentar

 
Top