0

Medan Labuhan | Potret RI -  Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS dan Rutan) kelas ll B Labuhan Deli, Nimrot Sihotang mengajak tokoh masyarakat dan segala lapisan unsur, untuk aktif membantu dalam rangka kegiatan kemandirian.

Hal ini dikemukakan langsung oleh Kepala Lapas dan Rutan kelas ll B Labuhan Deli Nimrot Sihotang, di ruang kerjanya, Kamis (11/07/19) lalu, sekira pukul 16:00 Wib.
 
Lembaga pemasyarakatan dan Rumah Tahanan merupakan salah satu komponen dalam sistem peradilan pidana di Indonesia, yang melaksanakan pembinaan terhadap narapidana.

Sistem peradilan pidana terdiri dari 4 komponen,yaitu;
-1. Sub Sistem Kepolisian.
-2. Sub Sistem kejaksaaan.
-3. Sub sistem Pengadilan dan
-4. Sub Sistem LAPAS dan RUTAN.

Dalam hal ini Lapas dan Rutan kelas ll B Labuhan Deli mengusahakan agar mereka yang pernah menjadi melakukan kejahatan tidak mengulangi lagi kejahatannya.

Masalah-masalah yang timbul dari mantan Narapidana yang telah bebas dan melakukan kejahatan lagi sehingga kembali ditahan, karena alasan susahnya mendapat pekerjaan.

Untuk itu Kalapas dan Rutan kelas ll B Labuhan Deli, Nimrot Sihotang menjelaskan, “salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini adalah, Narapidana yang ada di Lapas dan Rutan diberikan pendidikan dan keterampilan,” jelas Nimrot.

“Sehingga ketika bebas nanti, mereka bisa berwirausaha dan menjadi manusia mandiri, serta tidak mengulangi lagi kesalahan ataupun kejahatan yang lalu,” tambahnya.

Dalam hal ini berdasarkan Undang-undang No. 12 tentang Pemasyarakatan PP No. 31 Tahun 1999, tentang Pembinaan dan Pembimbingan Pemasyarakatan Warga Binaan.

Maka dari itu Lapas dan Rutan Kelas ll B Labuhan Deli membuat kegiatan-kegiatan pembinaan kemandirian yang dilakukan seperti:
-1. Pembinaan pembuatan Mebel.
-2. pembinaan Kerajinan Sapu Lidi.
-3. Pembinaan Kerajinan Handy Craft dan Acrilic.
-4. Pencucian Mobil dan Sepeda motor.
-5. Pembinaan Perbengkelan.
-6. Pembinaan Laundry service AC.

Di ruang kerjanya, Nimrot Sihotang juga menerangkan bahwa, “Saat ini Lapas dan Rutan kelas ll B Labuhan Deli sedang melakukan kegiatan pembinaan dalam bidang Pertanian dan Bercocok tanam. Hal ini juga merupakan salah satu cara untuk menambah keterampilan narapidana saat bebas nanti.” Ujarnya.

Maka dari itu Lapas dan Rutan kelas ll B Labuhan Deli mencari MITRA yang mau membantu, sesuai dengan penerapan UUD No. 12,” jelasnya.

Dalam hal ini pihak lembaga pemsyarakatan daan rumah tahanan kelas ll B Labuhan Deli dan pemilik Lahan tanah seluas 33Ha (sertifikat terlampir) berencana akan melakukan kerjasama di Industri Pertanian. Pihak Rutan Klas ll B, sendiri telah melakukan observasi dan survey pada lahan serta narapidana yang di karyakan.

Masalahnya adalah minimnya “ANGGARAN” yang dimiliki oleh Lapas dan Rutan kelas ll B Labuhan Deli,  untuk itu perlu adanya bantuan dan partisipasi dari segala unsur lapisan masyarakat, guna terlaksananya kegiatan pembinaan Narapidana dan Warga Binaan. Nantinya lahan ini diharapkan menjadi kawasan produktif Warga Binaan Lapas dan Rutan kelas ll B Labuhan Deli dan menjadi yang pertama di Sumatera Utara dan Indonesia.

Perlu diketahui bahwa Program kegiatan pembinaan keterampilan pertanian ini dilaksanakan di lahan seluas 33 hektare. Dalam hal ini diharapkan adanya bantuan dan partisipasi serta dukungan dari masyarakat Indonesia khususnya Sumatera Utara agar membantu tercapainya program ini yang terkendala oleh masalah “ANGGARAN” yang tidak mencukupi. (Zalal)

Posting Komentar

 
Top