0
MEDAN-POTRETRI007 - Pesoalan sengketa rumah ruko warisan yang berada di Jln.Sutrisno Medan akhirnya pada
13 Juli 2019 sekira pukul 14.00 Wib telah terjadi kesepakat Damai antara Ahli Waris.

Dalam kesepakatan damai tersebut disaksikan Kepala Lingkungan setempat dan pihak kepolisian Medan Area. 

Hal itu dikatakan Ahmad Yani Bin Abdul Hamid selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Peduli Ummat (FPU) Lembaga Bantuan Allah (LBA) Sumatera Utara Indonesia, dan Dewan Pimpinan Redaksi Online Potret RI 007 Koordinator Wilayah Sumatera Utara – Bagian Utara (Prov. Nanggro Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau dan Sumatera Barat), serta Penasehat Raccassering Badan Pesrta Hukum untuk Masyarakat dan Negara. SIUP-PM :No. 01451/1.824.271 NPWP : 21.057.287.1-94803.AH.01.01 Tahun 2008.

Melalui media online ini.Senin (15/07/2019) Ahmad Yani bin Abdul Hamid mengaku, bersyukur kepada Allah SWT atas adanya bantuan Allah SWT yang mewujudkan adanya perdamaian antar ahli waris yang sebelumnya bersengketa setelah difasilitasi serta diperjuangkannya.

Sebelumnya, adanya aksi FPU (Forum Peduli Umat) Sumut serta LBA melakukan pemasangan sejumlah baleho di depan ruko di Jln.Sutrisno Medan tersebut berdasarkan adanya kuasa penuh dari Ahli Waris atas.nama Hidayat, sehingga ada reaksi dari keluarga Hidayat dan Ahli Waris yang lainnya.

Akhirnya menetapkan kata damai tergugat dan penggugat Hidayat selaku pemberi kuasa penuh kepada Ahmad Yani Bin Abdul Hamid.

Lebih lanjut dikatakan, para penggugat dan tergugat sebagai ahli waris almarhum yang sah dari Almarhum Basri Jamil dan Almarhum Hj Rosna  bersepakat bahwa objek perkara adalah merupakan harta warisan almarhum Basri Jamil dan Almarhumah Hj Rosna yaitu : Sebidang tanah seluas 185 m2 persegi,  Sertifikat Hak Milik No. 485 tanggal 5 Agustus 1998 Surat ukur No. 38/Kota Maksum 1/1988 atas Nama Rosna terletak di Jalan Sutrisno No. 434 Medan,  Lingkungan 31 Kelurahan Kota Maksum I Kecamatan Medan Area.

Bahwa para pihak ahli waris sepakat dan berdamai untuk menjual rumah tersebut dengan kesepakatan harga jual 3.600.000.000 (tiga milyar enam ratus juta rupiah). Dapat berubah baik semangkin tinggi maupun kurang dari harga tersebut diatas.

Dalam hal ini perlu kami sampaikan, meskipun jalan damai sudah di tempuh, namun tuntutan Hidayat kepada seluruh keluarganya tetap minta surat Sertifikat Hak Milik (SHM) tersebut disimpan ditempat yang netral.
Disamping itu kata Hidayat, selama 10 tahun hatinya tidak merasa tenang karena sebelumnya diketahui bahwa surat SHM tersebut disimpan oleh abangnya bernama Danil Nafri,  namun pada saat kami berkumpul hari sabtu tanggal 13 Juli 2019 abangnya Danil Nafri mengatakan surat tersebut disimpan oleh kakak Hidayat atas nama  Leli Depita. Hidayat mengaku dirinya bingung sehingga karena merasa dibola, sebentar surat Sertifikat Hak Milik tersebut sama Danil Nafri,  sekarang katanya disimpan Leli Depita. Entah mana yang benar,  dugaan Hidayat jangan - jangan SHM tersebut digadaikan di satu Bank.

Masih kata Hidayat,  daripada itu adanya aksi FPU Sumut dan LBA selama 72 jam, disaat itu pula keluarga Hidayat memberikan surat Keputusan Agama Medan Kelas I -A Nomor : 1309/Pd.G/2018/PA. Medan. Tertanggal 18 September 2018 Dalam Perkara Waris Mal Waris antara Hidayat Melawan Ir.  Danil Nafri dan Kawan - Kawan.

Dalam surat keputusan Pengadilan Agama kami melihat adanya keganjalan, apakah benar disetiap adanya surat Keputusan Pengadilan Agama Ketua Majelis, Drs.  H.  Amri Dalam,  SH,  MA.  Hakim Anggota 1. Drs.  H. Zuharnel Maas,  SH.  Hakim Anggota 2. Drs. Hj Emmafatri,  SH,  MH.  Panitia Pengganti. Tidak ditandatangani?

Sebelum diakhiri pemberitaan ini Hidayat menuntut surat Sertifikat Hak Milik No.485 tersebut milik ahli waris disimpan ditempat yang netral Notaris yang dipercaya. (Bukan dipegang oleh salah satu orang ahli waris).Ujarnya.(red).

Posting Komentar

 
Top