0
"Para Pelaku Perusak dan Indikasi Mencuri Kotak Amal masih dalam proses pengejaran oleh Kapolsek Medan Area"

Medan | Potret RI - Disaat Eporia pelantikan singgasana dan jabatan Kepresidenan dan jabatan mentri, disaat itu pula sekelompok orang menyerang Masjid Amal Silaturrahim di Jalan Timah Putih, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada Selasa (22/10/2019) malam.

Dari informasi yang dihimpun sebelumnya sudah dilakukan mediasi antara pengembang dengan warga sekitar akan keberadaan Mesjid, dengan alasan untuk memperbaiki mesjid, namun dalih nya tercium bahwa mesjid itu akan dirobohkan, sehingga kesepakatan menjadi batal.

Peristiwa perusakan mesjid dan penjarahan tersebut terekam kamera CCTV diseputaran mesjid, dan tampak para pelaku bebas melakukan perusakan.

Adapun Aksi anarkistis warga terjadi di masjid Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Medan Area, pada Selasa sekitar pukul 23.30 WIB. Mereka juga mengambil kotak amal masjid tersebut.

Saksi, Anto Robot mengatakan, lebih dari 50 orang menyerangan dan merusak sejumlah peralatan masjid, seperti AC, kipas angin dan lainnya.

"Orang-orang itu juga mengambil karpet dan kotak amal," kata Anto kepada tim media di Kota Medan, Sumut, Rabu (23/10/2019).

"Setelah menyerang masjid, mereka juga hendak merobohkan bangunan tempat ibadah tersebut. Mereka membawa satu unit alat berat ekskavator dan memasang sebuah seng dan kayu disekeliling masjid tersebut", ungkap saksi anto kembali

Aksi perobohan tersebut berhenti saat sejumlah ibu-ibu yang merupakan warga setempat menghadang aksi mereka. Keributan sempat terjadi antar kedua kelompok massa hingga mengundang perhatian warga lainnya.

"Melihat semakin banyak warga yang berdatangan, kelompok orang tersebut langsung pergi," ujar dia.

Setelah kejadian tersebut, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Area. Hingga kini kasus tersebut, kata dia, masih dalam penanganan polisi setempat.

"Sedang kami dalami. Warga sudah buat laporan di Polsek Medan Area," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu ALP Tambunan, kepada wartawan.

Sementara itu salah satu tokoh agama Ahmad Yani bin Abdul Hamid dan selaku mantan ketua Koordinator Badan Investigasi FPI Sumatera Utara kecewa dan geram bahwa pelaku pelaku kerusakan tersebut adalah bangsanya sendiri, yang akhirnya menyatakan sikap untuk menangkap para pelaku, yang telah berkhianat dan sebagai Penista Agama.

Ahmad Yani bin Abdul Hamid meminta Kompol Anjar Asmara Kapolsek Medan Area untuk segara menangkap Biang Kerok perusakan rumah Ibadah yang diindikasikan berinisial AS. "Darah AS Halal ditumpahkan", terangnya dengan rasa marah dan geram. 

Keberadaan AS dari penelusuran diduga berada di perbaungan ungkap Ahmad Yani bin Abdul Hamid dalam melacak keberadaan para pelaku.

Masih Kata Ahmad Yani bin Abdul Hamid AS salah satu aktivis yang bisa dibayar. Saya menyatakan hal ini karena kenal betul sosok AS yang diduga sebagai pelaku kerusakan mesjid di Kelurahan Sukaramai. (Red.Su/.A.Yani)

Posting Komentar

 
Top