0
"Ilustrasi : penderita kista yang dialami gadis belia sejak 2 tahun belakangan ini"

Mabar | Potret RI - Penderita Kista menyerang Seorang gadis belia, penyakit kista sejak 2 tahun belakangan ini diderita Dea Ananda  (14thn) yang tinggal bersama kedua orang tua dan kedua adiknya di Jalan Bahagia Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli.

Ibu Dea, yaitu Siti Halizah(34thn) dan ayahnya Dohor Bacin(44thn) yang tinggal di rumah kontrakan kecil. Sejak 2 tahun ini Dea berobat secara tradisional namun tidak banyak berkurang penyakitnya karena tidak memiliki biaya dan kartu BPJS sehingga tidak dapat berobat secara medis.

Disamping itu ayahnya yg bekerja sebagai buruh bangunan yang sudah dua bulan ini menganggur dan ibunya yang hanya berjualan jajanan anak-anak cuma dapat membiayai kebutuhan hidup sehari-hari saja.

Dari penuturan kedua orang tua Dea Ananda, bahwa penyakit tumor kista yang dideritanya sudah hampir 2 tahun ini menurut diagnosa dokter di salah satu Rumah sakit yang ada di Kecamatan Medan Deli. 

Kata ibunya,”Dea pernah dibawa berobat ke rumah sakit dan di lakukan USG (Ultra Sono Graphi), kemudian dari hasil tersebut diketahui Dea menderita  Kista. Kemudian dokter rumah sakit menyarankan agar segera dilakukan operasi utk mengangkat penyakit tumor kista tersebut, namun karena terbentur biaya yang cukup besar utk biaya operasi akhirnya pengobatan Dea secara medis tidak dilanjutkan” tutur Siti ibunya.

“Sekarang ini kami hanya memberikan pengobatan secara tradisional dengan memberikan jamu agar harapan ada perubahan,”jelas ibunya lagi.

Karena tidak ada biaya dan penghasilan orang tuanya yang pas-pasan, juga membuat Dea dan adiknya Lukman, harus putus sekolah hingga sampai kelas lll SD saja.

Dari pantauan awak media orang tua Dea yang berpindah-pindah tempat tinggalnya sehingga sampai sekarang belum memiliki Kartu Keluarga dan kartu BPJS. Menurut Siti pernah mencoba utk mengurus surat BPJS namun terkesan seperti dipersulit, sehingga menyurutkan untuk melanjutkan pengurusan surat tersebut.

Harapan pasangan Siti Halizah dan Dohor Bacin, agar Dea Ananda segera dioperasi yang membutuhkan biaya mencapai puluhan juta rupiah.

“Untuk biaya pengobatan itu kami tidak punya sehingga kami mengharapkan bantuan kepada Pemerintah  dan aparat yang terkait agar dapat mempermudah pengurus surat BPJS supaya anak saya bisa segera dibawa berobat ke puskesmas ataupun rumah sakit" ujar ayahnya.

Selain itu Dea dan adiknya Lukman juga tidak bersekolah lagi, untuk itu perlu adanya perhatian Pemerintah setempat yang menangani masalah Pendidikan. Agar Dea dan Lukman dapat melanjutkan pendidikan, jangan sampai harapan dan masa depan anak-anak penerus bangsa putus dan tersia-siakan karena persoalan kondisi ekonomi keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan.

Adanya kepedulian Pemerintah dan pihak lainnya yang mana keadaan Dea dan keluarganya sangat membutuhkan bantuan serta uluran tangan. Kondisi kesehatan Dea yang semakin kurus karena penyakitnya jangan sampai membutakan mata hati kita dengan tidak peduli dengan keadaan memperihatinkan yang terjadi di sekitar kita. (Red.Su/ Zalal harahap)

Posting Komentar

 
Top