0
POTRETRI007.COM- Terkait dengan masih adanya ditemukan bangkai babi di aliran sungai Bedera dan Danau Siombak Kelurahan Paya Pasir Marelan.

Pihak HNSI Sumut diketuai Zulfahri Siagian SE bersinergi dengan instansi terkait menyaksikan pengambilan sample untuk pengujian ikan asal sungai bedera dan danau Siombak.Senin siang (18/11/2019).

Kegiatan pengambilan sample ikan dihadiri Badan Karantina Ikan dan Pengedalian Mutu (BKIPM) Perdana Ginting dan Roiyan Dhuah, Dra.Erlita dari BPOM Medan dan petugas dari Laboratorium pengendalian dan pengujian mutu hasil perikanan Sumatera Utara. DJ.Naibaho dari Ditpolairdasu, Saharuddin Ketua KSJ, Togu Aritonang dari pedagang ikan tergabung dalam Himpunan Pedagang Ikan Gabion Belawan  (HIPIGAB), serta masyarakat dan insan Pers.

Menurut Zulfahri, kegiatan ambil sample dan uji labotorium ikan tersebut guna memastikan apakah ikan itu terkontaminasi limbah bangkai babi atau tidak.

Sesuai amatan, kegiatan pengambilan sample ikan dimulai di sekitar kawasan danau Siombak langsung mendapatkan jenis ikan nila yang dijala.

Selanjutnya, pengambilan sample ikan jenia terubuk dilaksanakan di aliran sungai Bedera.

Menurut Perdana Ginting selaku Petugas pengujian Labotorium BKIPM Kls II Medan menyebutkan, pengambilan sample ikan dilakukan untuk dilakukan pengujian Labotorium selama 3 hari apakah ikan tersebut positif terkontaminasi virus hog cholela atau hasilnya negatif.

Hasil pengujian labotorium nantinya akan diberitahukan kepada masyarakat melalui pihak HNSI.Jelasnya Singkat.

Sementara H.Nurdin selaku Ketua MUI Marelan menegaskan tidak ada namanya ikan itu haram untuk dikomsumsi meski ikan itu sudah hancur, sampai kapan pun ikan itu halal untuk dikomsumsi .

Dari itulah dihimbau pada masyarakat  jangan takut untuk makan ikan, pihak MUI mendukung dilaksanakannya uji labotorium untuk memastikan mutu ikan tersebut.Ujar Ketua MUI yang juga turut ke lapangan bersama tim HNSI Sumut dan instansi terkait.(HS/Mrl).

Posting Komentar

 
Top